Mahasiswa Cerdas

DOSEN : "Saya bingung. Banyak Umat Islam di seluruh dunia
lebay. Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara amerika menginjak, meludahi dan mengencingi
Al-Quran? Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat Quran ditulis saja kok. Yang Qurannya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan."

Meskipun pongah, namun banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini. Memang Quran kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz.

Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas.

Sang mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian mengambil diktat kuliah si dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali menatap tajam si dosen.

Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu apa yang
akan terjadi selanjutnya.

MAHASISWA : "Wah, saya sangat terkesan dengan hasil analisa bapak yg ada disini."ujarnyasambil membolak balik halaman diktat tersebut.

"Hhuuhhh...."semua orang di kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres. Namun Tiba-tiba sang mahasiswa meludahi, menghempaskan dan kemudian menginjak-injakdiktat dosen tersebut.

Kelas menjadi heboh. Semua orang kaget, tak terkecuali si dosen liberal.

DOSEN :"kamu?! Berani melecehkan saya?! Kamu tahu apa
yang kamu lakukan?! Kamu menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya?! Lancang kamu ya?!" Si dosen melayangkan tangannya ke arah kepala sang mahasiswa kreatif, namun ia dengan cekatan menangkis dan
menangkap tangan si dosen.

MAHASISWA : "Marah ya pak? Saya kan cuma nginjak kertas pak. Ilmu dan pikiran yang bapak punya kan ada di kepala bapak. Ngapain bapak marah kalau yang saya injak cuma media kok. Wong yang saya injak bukan kepala bapak.
Kayaknya bapak yang perlu dicerdaskan ya??"

DOSEN : "#%&/&%@%&*/@##???.." (speechless)

Si dosen merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan kelas dengan perasaan malu yang amat sangat. source

Dosen Cerdas

Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan. Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.

Mahasiswa A: “pak, maaf kami telat ikut ujian semester.”

mahasiswa B: “iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkot-nya meletus.”

Mahasiswa C: “iya kami kasihan sama supirnya, jadinya kami bantu dia pasang ban baru.”

Mahasiswa D: “oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.”



Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan. Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda.


Dosen: "Baik, pada ujian susulan ini saya hanya akan memberikan kalian 2 buah soal, Namun dengan ketentuan kalian baru boleh mengerjakan soal yang kedua setelah soal yang pertama berhasil kalian jawab dan kumpulkan".

“Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa.
Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.

Selanjutnya dosen tersebut memberikan soal kedua.
Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.

Di soal kedua tertulis:

“Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus ??".

Hikmah:

1) Pentingnya nilai kejujuran !!. Sekecil apapun kebohongan yang kita lakukan tetap akan terungkap. Dan sebuah kebohongan bukanlah solusi dalam menyelesaikan masalah namun akan menambah masalah. Dan kejujuran itu lebih indah, setidaknya akan membuat kita lega setelah jujur. :-)

2) Mari bangun karakter kita mulai sekarang. Kalau bukan sekarang kapan lagi, dan kalau bukan diri kita yang mulai siapa lagi !! :-)

Kado Ucapan (May Day) yang "Cethar"

Singkat saja pada malam hari ini ane tiba-tiba inget akan sebuah hal beberapa hari lalu di bulan lalu, atau tepatnya saat hari-H May Day ku. Kayaknya ini kado ucapan yang kalo menurut Syahroni "cethar membahana" deh.. hhe

Kenapa ane ngomong demikian?? *check this out
Inilah yang ane maksud, lucukan?? Maksudnya apa coba?? HHe :-) #Awas.jangan.ketawa.Lo.!!

Udah dulu, ni tulisan ane posting mumpung free, skalian nge-post, dan cuma 5 menit !! hhe
Just Kidd !! :-D


May Day My Special Day


Sulung dua bersaudara, lahir di sebuah kota kecil dari keluarga pasangan suami istri sederhana.
Meski begitu ane bisa menyelesaikan pendidikan formal TK-SD di luar negeri loooh!! Eittss “Swasta” :-D. Namun SMP-Kuliah sementara cukup di dalam negeri saja lah :-) #CintaTanahAir..hhe

Ane tegaskan lagi !!, ane lahir di kota kecil, namun mendunia loo #Bangga #Yeee #Pukul2Dada #:-D

Ada yang tak tau “Reog” ?? anda yang baca ini pastinya tau, Yaaa minimal pernah denger orang nyebutin-lah atau paling tidak pernah baca tulisan (kalau di eja) “R-E-O-G” :-D #parah

Yaa betul, PONOROGO !! ane lahir di kota reog ini.
Kota yang sejuk, indah (meski hanya penampangnya  saja..hhe), penuh keanehan (karena sering masuk Tipi :-/).Kenapa ane emot begini?? Ya kalau barita-nya baik,membangun,menginspirasi sih Enjoy aja, Namun ……….… !! haah #kalem

Mari lupakan tentang Ponorogo!! #Werrrr

May Day My Special Day.

Tepatnya di salah satu tanggal bulan ini sekitar “tiiiiiitt!!! (cencored :-D) tahun yang lalu” ane diijinkan menghirup panasnya udara dunia. #Alhamdulillah :-)
Andaikan dulu dah ada Pesbook/Twitteer/SosMed lain, mungkin ane mau update status, “gelap Ya Tuhaann”.  Ehh dasar bayi, emang ente tau?? :-D

Kelahiran  ane di hari special, yaitu Jumat, Namun …………...!!  Lhoh kenapa??
Abis kebanyakan orang bilang serem.  Kok bisa !!?? katanya hari spesial???

Emm iya, Jumat-nya sih berkah, namun pasangan-nya itu??!!, Oiya sekedar mengingatkan kalo ane bagian dari suku Jawa (Wong Jowo). Lantas apa hubungannya??
Nah pasangan Jumat-nya itu hari Keliwon (Jawa), Emang kenapa??
Ketauan nih ente orang luar !! :-O
Luar Jawa maksudnya :-D ,  Udah deh capek jelasin, tanya Eyang Google aja :-D

This day is May but Not Now
Bermuka pas-pasan, khas orang jawa pada umumnya, tak lantas memudarkan niatan ane untuk menapakkan langkah. #yeee
Berbekal pengetahuan agama yang teramat minim dengan sedikit keyakinan bahwa Alloh tak memandang fisik ataupun barang2 yang kita miliki. #Ciiee

Kesempatan didunia terus berkurang, hal yang ane kurang sependapat dengan kebanyakan orang yaitu kalo ada orang yang berulang tahun, justru dikasih kata selamat. Apanya yang selamat?? Bukannya umur semakin mendekati akhir?? :-/ #Instropeksi

Penyebutan kata Ulang Tahun pun sebenarnya tidak tepat dan konyol, kok bisa??
Coba apanya yang di ulang?? Tahunnya?? #HanyaIndonesia

Terkira cukup,
Tulisan-nya maksa banget :-D

“Janganlah buat gundah hatimu dengan kesederhanaan dari apa yang kita jalani ini. Selama kita dapat menjaga prinsip dan komitmen. Juga kemurnian atas kejujuran dan ketulusan hati, ucapan, fikiran, dan sikap. Serta kekuatan iman kita. FHD”


Pendidikan Karakter

BAB I
                                                                   PENDAHULUAN

      1.      LATAR BELAKANG
Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat terhubung akan suatu perubahan dan pebaharuan akan system yang hamper setiap tahun berubah. Terlebih pada era perkebangan global dunia yang semakin maju kedepan,sehingga dunia pendidikan dituntut akan adanya suatu revitalisme dalam system maupun konsepnya untuk memajukan dan menyiapkan sumberdaya manusia di Negara Indonesia. Hampir semua lembaga institusi pendidikan di Negara ini berpacu dan berkopetisi mewujudkan keunggulan masing-masing. Sarana pembelajaran dilengkapi dengan berbagai teknlogi canggih, dengan harapan agar bisa menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di dunia internasional.
Dewasa ini pendidikan kita lebih banyak diarahkan pada penguasaan aspek-aspek akademik atau kognitif, karena hanya mengejar target kelulusan peserta didik pada ujian nasional. Semenara itu aspek non akademik yang sebenarnya menjadi pondasi utama dalam pendidikan karakter kurang mendapat perhatian yang serius oleh pemerintah, sehingga tidak tertanam dalam peserta didik. Ini sungguh ironi bahwa realita yang terjadi sekarang ini menunjukkan bahwa ujian nasional telah mendorong siswa dan stake holder sekolah melakukan pelanggaran atau perilaku negative, tidak jujur dan terkesan menghalalkan segala cara untuk mencapai target kelulusan. Padahal tujuan pendidikan merupakan salah satu wahana untuk menumbuh kembangkan, meneguhkan, dan menguatkan karakter bangsa. Dan ini sangat berbeda dengan apa yang menjadi harapan tujuan pendidikan karakter.
            Karakter merupakan cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Karakter berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
            Tujuan utama dari pendidikan yaitu untuk melahirkan insan cendekia yang cerdas, tidak hanya cerdas secara akademik namun juga sukses dalam membangun karakter dalam diri peserta didik. Pendidikan Karakter yang memiliki esensi dan makna sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak dengan tujuan membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik ternyata sulit terwujud di dunia pendidikan Indonesia.

      2.      RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dalam pembahasan masalah pendidikan karakter ini terletak dalam suatu system pendidikan yang telah di terapkan di Indonesia sebagai pembangun karakter pada masyarakat khususnya pelajar di Indonesia.

      3.     TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini merupakan suatu pembahasan dan solusi atas pendidikan karakter yang di berikan pada masa sekolah, yang bertujuan untuk membangun karakter yang diharapkan terwujudnya sumberdaya manusia yang berkarakter baik dalam kehidupan bernegara mapun bermasyarakat.



BAB II
                                                                     PEMBAHASAN    

            Karakter itu sendiri mempunyai banyak arti, antara lain, kemampuan untuk mengatasi secara efektif situasi sulit, tidak nyaman/tidak enak, dan berbahaya. 

Gambar 1.1. Potensi diri manusia
Dengan pengertian tersebut diatas, karakter menuntut potensi kecerdasan otak,potensi kepekaan nurani, kepekaan diri dan lingkungan, kecerdasan merespon, kesehatan, kekuatan, dan kebugaran jasmani. Indikator kecerdasan otak antara lain, berilmu, berfikir logis dan kritis. Kepekaan nurani ditandai dengan jujur, adil, kasih sayang, empatik, ikhlas, berintegrasi, santun, terpercaya, hormat, suka menolong dan dapat mengendalikan diri. Kepekaan diri dan lingkungan berarti peduli pada diri dan lingkungannya.  Sedangkan kecerdasan merespon ditandai dengan sifat-sifat berani, rajin, diiplin, inisiatif, waspada dan motifasi. Untuk kesehatan, kekuatan dan kebugaran jasmani diperlukan pola hidup (artikel Prof. Dr. Hermintarto Sofyan, KR,  Rabu 19 Mei 2010).
            Pedagang Jerman FW Foerstar (1869-1966), adalah orang yang mula-mula menekankan pentingnya pendidikan karekter. Bagi Foerster, karakter merupakan sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas yang mengatasi pengalaman kontingen yang selalu berubah. Dari kematangan karakter inilah, kualitas seorang pribadi diukur. Menurut Foerster ada empat ciri dasar dalam pendidikan karakter yaitu:
Pertama, keteraturan interior di mana setiap tindakan diukur berdasar hierarki nilai. Nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan.
Ø Kedua, koherensi yang memberi keberanian, membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi baru atau takut risiko. Koherensi merupakan dasar yang membangun rasa percaya satu sama lain. Tidak adanya koherensi meruntuhkan kredibilitas seseorang.
Ø Ketiga, otonomi. Di situ seseorang menginternalisasikan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadi. Ini dapat dilihat lewat penilaian atas keputusan pribadi tanpa terpengaruh atau desakan pihak lain.
Ø Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih.
  Kematangan keempat karakter ini, lanjut Foerster, memungkinkan manusia melewati tahap individualitas menuju personalitas. ”Orang-orang modern sering mencampuradukkan antara individualitas dan personalitas, antara aku alami dan aku rohani, antara independensi eksterior dan interior.” Karakter inilah yang menentukan forma seorang pribadi dalam segala tindakannya. Sebagai   aspek terpenting dalam pembentukan karakter, pendidikan harus mampu mendorong anak didik melakukan proses pendakian terjal (the ascent of man). Itu arena dalam diri anak didik terdapat dorongan esensial yaitu, dorongan mempertahankan diri dalam lingkungan eksternal yang biasanya ditandai dengan perubahan cepat,serta dorongan mengembangkan diri atau dorongan untuk belajar terus guna mencapai cita-cita tertentu. Ketika anak didik mampu menyeimbangkan dua dorongan esensial tersebut, maka ia akan menjadi pribadi denagn karakter yang matang. Dari kematangan karkter inilah, kualitas seorang pribadi diukur.
Yahya A. Muhaimin, Prof., Ph.D., H. mantan Menteri Pendidikan Nasional menyatakan “Indonesia dikenal memiliki karakter yang kuat sebelum zaman kemerdekaan, dan tatkala mencapai kemerdekaan, dan mempertahankan keerdekaan. Sekarang, karakter masyarakat tidak sekuat pada masa lalu,sangat rapuh”. Menurut Yahya, dalam pendidikan, pembentukan karakter dan budaya bangsa pada siswa tidak mesti masuk kurikulum. Nilai-nilai yang ditumbuhkembangkan dalam diri siswa berupa nilai-nilai dasar yang disepakati secara nasional yang berdasarkan pada agama dan kenegaraan. Misalnya kejujuran, dapat dipercaya, kebersamaan, toleransi, tanggungjawab, dan peduli kepada orang lain.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH
        Pendidikan karakter sebenarnya sudah lama diterapkan dalam proses pembelajaran. Akan tetapi belum bisa berjalan optimal. Sekolah adalah tempat yang utama (setelah keluarga) dan sangat strategis untuk membentuk akhlak/karakter peserta didik. Mestinya sudah menjadi kewajiban setiap sekolah menjadikan kualitas akhlak/karakter sebagai salah satu Quality Assurance yang harus dimiliki setiap lulusannya.
Gambar 2.1. Skema pendidikan karakter
Berikut ini beberapa bentuk implementasi pendidikan karakter disekolah :
1.      Mengusahakan nilai-nilai agama dalam pendidikan menjadi ketentuan standar bagi pengembangan kualitas sekolah.
2.      Mengusahakan peran pendidikan agama mengembangkan moral peserta didik sebagai dasar pertimbangan dan pengendali tingkah lakunya.
3.      Reorientasi pendidikan agama dari pengajaran agama ke penanaman nilai-nilai dan budaya mengamalkan agama dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Peneguhan kembali peran guru di kelas tidak hanya mengajar, akan tetapi juga ”mendidik”.
5.      Semua guru seyogyanya mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.
6.      Memperluas gerakan keteladanan pimpinan sekolah dan guru yang mempraktekkan kata sejalan dengan perbuatan.
7.      Menanamkan sikap dan kebiasaan berperila positif pada peserta didik seperti bertindak jujur, bersih, disiplin, menghargai waktu, dan tanggung jawab.
8.      Penegakan disiplin melalui penerapan aturan dan kebiasaan,dengan memberikan penghargaan kepada yang patuh dan sanksi tegas kepada yang melanggar.
9.      Menghilangkan rasa rendah diri untuk menjadi pelajar yang memiliki kepercayaan diri untuk berdiri sama tinggi dan mampu berkompetisi dengan pelajar-pelajar lain.
10.  Menanamkan semangat kepada segenap peserta didik, bahwa ”kita mampu jika kita mau”.


        Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur,  jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan.  Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik  (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut.
       UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.


BAB III

A.    KESIMPULAN
System pendidikan di Indonesia harusnya tidak hanya mengembangkan potensi kognitif pada pelajar, tapi harus lebih mengedepankan pemberian pendidikan karakter yang nantinya akan menghasilkan suatu akhlak yang di harapkan membangun bangsa dengan kedua potensi tersebut secra optimal untuk mencapai tujuan nasional Negara kedepan.

B.     SARAN
Dalam implementasi pendidikan karakter di sekolah pemegang kunci suksesnya adalah GURU. Untuk menghasilkan siswa berkarakter, tentu saja diperlukan guru yang berkarakter. Sungguh satu kebahagiaan yang tak ternilai harganya, apabila dapat menghasilkan anak didik yang berakhlak dan berkarakter baik. Ketekunan, kesabaran, dan kerja kerasnya akan membuahkan hasil yang luar biasa.




DAFTAR PUSTAKA

Athalia. 2010. Pendidikan Nasional dan Karakter Siswa. (Online). 
Pelita. 2010. Urgensi Pendidikan Karakter. (Online). 
Pimpinan Pusat muhammadiyah. 2009. Revitalisasi Visi dan Karakter Bangsa. Jakarta: Redaksi.
Sofyan Hermintarto. 2010. Pendidikan Karakter bagi Mahasiswa UNY. Yogyakarta:Kantor Rektorat.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

>>fhd_Pend.Karakter<<

The Winner of Theater


            (Extraordinary Experience ), on August 2008, there was an announcement from my Indonesian teacher that there would be theater competition. The theater competition was organized by DINAS PENDIDIKAN of Ponorogo for the students of high school. My high school participated in the competition, so then my teacher opened an open audition to pick the school representatives. All students could participate in this open audition except for the third year students, because the third year students had to prepare for the national exam.
            I was interested to follow this competition, so I participated in the open audition. In this open audition, I had to compete with other students who got more talents than what I got . Although the audition was pretty tight, I kept following it .There some steps during the audition that I had to do. After I had followed the audition, I waited for the announcement from the teacher. Finally, there was notification included in member of theater group in my school, previously I don’t suppose if chosen. There was eight students that chose for represent school. I direct prepare self to follow to the activity which had been scheduled by teacher.
            Then I had to follow the training schedule that made by my teacher. On the first meeting, my teacher gave me two choices, to be a musician or a poetry reader. Then, I said that I wished to become the poetry reader and, thanked God, my teacher even also agreed with me. On the second meeting, my teacher showed us the drama script and started to practice the move. During the practice, I needed to practice 2 roles, a poetry reader and a warok reog dancer. During the training, we practiced for 4 straight hours. We were also trained by a local actor from Ponorogo, he was also representing the artistic builder and my teacher’s friend. There were many precious lessons that I got from him, for example: inspiring into a character, playing moves naturally, doing the effective dialogue methods, controlling soul emotion, etc. We liked it to practice with him, because he treated us as his friends. The training lasted from August 2nd to September 3rd, or more than a month. It was two days away from the D-day, all element was such as physical, costume, equipment, etc, was set. After we prayed together with the headmaster,  we went to the event place.
            September 05, 2008, was the D-day and I had to show a total performance on the stage. The competition was located in building, named cadika Ponorogo. My group were optimist that we could become a winner, but we should not be careless, because all other participants were also quite talented. On there I had to differentiate between friends and opponent since I got some friends from other schools which participated in this competition as well. All participants here only had one target, be a winner. My group could be a winner, only if each member could show the best performance and unify all the elements we need. And finally, it’s our turn to perform. I tried to keep head on and pray to Allah S.W.T, I hope that after doing all these efforts, we would get the maximum result. We had to minimallize the mistakes. It was more than fifteen minutes that we’d been on the stage, and finally, our performance had finally been over. We went back to the participant chairs. I was quite nervous, waiting for the result to be announced. But before that happened, we needed to wait for the other participants to perform.
            Finally, there came the thing that we’d waited the most,the announcement of the winner. It was kind of distressful for us to wait committee announcing the 3rd place and the 2nd place . And finally, the committee mentioned the 1st place and it turned to be my school. All crew from SMAZABA Ponorogo and I spontaneously doing sujud  because we were so grateful  to Allah SWT,for becoming the winner. Then, this news just spreading quickly to the school and even the local newspaper reported it. After that, in some other time, we performed in two other events which were held by DINAS PENDIDIKAN and local government of Ponorogo. In DINAS PENDIDIKAN event, we were performing for the celebration of KORPRI day. In the other event, the local government was celebrating the anniversary of 513th of Ponorogo. Our theme was “City Walk of Ponorogo”. This event was attended by the regent, functionaries of local government, and common people. 


Keyword: Theatre, winner, warok / warog , reog dancer, city walk of ponorogo, KORPRI, SMAZABA, DINAS PENDIDIKAN.

Motivasi dan Kebohongan


Assalamualaikum Wr. Wb.                                

Sahabatku yang saya hormati. Sebelumnya saya minta maaf karena telah mengganggu waktu santai panjenengan. Saya bukan Ustadz, belum Haji apalagi Kyai, tapi semoga sahabat-sahabatku semuanya tidak bosan kalau saya kembali mengingatkan dan menyampaikan, seperti yang sering dilakukan para Ustadz, supaya kita senantiasa berterimakasih dan memuji Alloh Swt. Syukur dan terimakasih kepada Alloh ta’ala, semoga tidak hanya dianggap sebagai syarat mukadimah saja. Tapi  hendaknya benar-benar pengakuan dari dalam hati bahwa nikmat Alloh Swt yang diberikan kepada kita sangat luar biasa. 

Dan jangan lupa senantiasa bersholawat untuk sang idola dan manusia terbesar Rosululloh Saw. Siapa yang bersholawat sekali saja kepada beliau, Alloh akan membalasnya dengan sepuluh keselamatan kepada pembacanya.

Terimakasih pada sahabat - sahabatku semuanya yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk menyampaikan secarik kata-kata ini.

Betapa ingin rasanya hidup di tengah masyarakat yang maju. Bayangkan saja jika orang-orang di sekelilikng kita memiliki cara berpikir modern, artinya berpendidikan, lingkungan sehat, ekonomi memadai, dan sebagainya. Gambaran seperti itulah yang menjadi dambaan setiap orang, sekaligus merupakan ciri dari masyarakat yang berkualitas. Apakah kehidupan tersebut dapat terwujud? Tentu saja bisa! Mengapa tidak?.
Asalkan bangsa ini tidak menjadi negara bedebah yang di dalamnya berisi kebohongan-kebohongan besar, kita dapat menjadi maju, tapi kenyataannya kebohongan sudah merasuk hidup bangsa kita.

Berbohong adalah perilaku tidak baik dan dapat langsung memunculkan rasa khawatir, takut, kepada mereka yang berbohong. Karena takut akan terungkapnya kebohongan tersebut, munculah beberapa lapis kebohongan yang tebal.

Semua orang pasti pernah berbohong untuk melindungi diri dari perbuatan curang yang telah ia lakukan, entah untuk menjaga martabat, maupun gengsi. Apalagi sifat pembohong sudah merusak moral penerus bangsa masa kini. Misalnya saja di awal tahun ini kita diperlihatkan oleh kekacauan penegakan hukum yang timbul akibat rangkaian kebohongan, yang seolah sudah menjadi hobi, kebiasaan ataupun cara hidup. Hal ini sangat menjatuhkan penegak hukum bangsa ini.

Bukan hanya di masalah hukum, dunia pendidikan pun diguncang oleh kebohongan. Misalnya saja kebohongan yang sudah dianggap biasa yaitu mencontek. Semua siswa termasuk kitapun pasti sudah kenal dengan mencontek bukan ?
Perbuatan berbohong pasti ada sebabnya, antara lain karena takut dihukum atas kesalahannya, ingin merasa paling benar atas hal yang salah, menjaga imege baik di hadapan orang dan sebagainya.

Yang ngeri adalah akibatnya manusia mematikan rasa kepedulian, hati nurani, tanggung jawab, dan martabat diri, apalagi kemampuan berbohong itu akan terus ada bahkan bertambah.

Solusinya adalah berani untuk hal yang benar, jangan pernah menganggap diri sendiri yang terbaik, berhentilah mengeluh dan kerjakan sesuatu sepenuh hati, hindarkan diri dari hal-hal, tidak berguna dan memancing kebohongan.

Bersyukurlah kita yang berhenti pada suatu kebohongan, tidak menindak lanjuti dengan pernyataan palsu lainnya. Bersyukurlah kita yang tidak seperti banyak tokoh yang ramai dimuat media akibat kebohongannya. Mereka yang berbohong sungguh telah membunuh martabtnya karena takut jujur daripada bohong.

Jauhkanlah sifat kebohongan. Biarlah keajaiban kebenaran menuntun kita semua untuk membawa diri, keluarga, lembaga, masyarakat, dan bangsa menjadi lebih baik di tahun ini. Jadikanlah kita sebagai golongan orang-orang yang benar yang selalu menegakkan kebenaran. Perintah agar kita selalu berbuat jujur tercantum dalam firman Alloh Swt,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (At-Taubah: 119)


Sahabatku yang saya hormati, demikianlah ulasan singkat saya. Karena pepatah mengatakan tiada gading yang tak retak oleh karena itu saya mohon maaf bila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan di hati. Terimakasih atas perhatiannya, mudah-mudahan ini bisa menjadi satu motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kreasi dan karya kita tanpa harus membodohi diri sendiri dengan kata "berbohong".


                                        "AWALI DARI DIRI KITA SENDIRI !!"

Wassalamualaikum Wr.Wb



>>fhd_motivasi dan kebohongan<<

Tips dan Trik SEO Blog


Siapa sih yang gak mau blog/web-nya tampil di page pertama Search Engine (SE)??
Agar blog/web kita masuk dalam jajaran halaman atas pada SE maka kita wajib mengikuti aturan yang berlaku, yang sering kita sebut dengan SEO.

SEO ( Search Engine Optimatization ) sangat penting untuk meningkatkan rangking suatu blog di mata Search Engine seperti Google ,YahooBing, Dll yang dapat meningkatkan Pagerank dan memperkecil Alexa rank Banyak cara yang di lakukan untuk mencapai SEO sebuah Blog/Situs , Diantara nya bisa dengan" Tips dan Trik SEO Blog" di bawah ini :

1. Memasang Meta keyword dan deskripsi di template BlogPasang kode di bawah ini ke dalam tamplate  Sebelum <b:skin><![CDATA[/*

<b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>
<meta name="description" content="Deskripsi Blog anda" />
<meta name="keywords" content="Kata kunci , kata kunci, kata kunci, kata kunci , kata kunci" />
</b:if>

Lalu simpan tamplate.

2. Memasang Page Title cara memasangnya dengan  mencari kode di bawah ini dan untuk memudahkan pencarian kode nya tekan ctrl + F.

<title><data:blog.pageTitle/></title>

kalau sudah ketemu lalu ganti kode di atas dengan kode di bawah ini

<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<title><data:blog.pageName/> | <data:blog.title/></title>
<b:else/>
<title><data:blog.pageTitle/></title>
</b:if>

Lalu klik simpan

3. Memasang Related Post pada blog memasang related post juga dapat membantu dalam meningkatkan seo blog

4. Memasang menu navigasi pada blog berguna untuk mempermudah Search Engine keberadaan postingan dalam sebuah blog

Dengan Menambahkan kode ‘rel=canonical’ Cara menambahkan nya yaitu masuk ke Template html Blog lalu cari kode <head> setelah ketemu kodenya lalu  pasang kode di bawah ini setelah kode <head>

<link expr:href='data:blog.url' rel='canonical' />

Lalu simpan Template

4. Non aktifkan setting archive ( arsip )Non aktifkan setting archive ( arsip ) supaya tidak terjadi duplicate content pada blog karena Google sangat membenci duplicate content yang ada di Blog/Situs , cara menonaktifkan nya yaitu edit kode HTML Template blog cari kode <head> setelah ketemu lalu kamu masukan kode di bawah ini di bawah kode <head>

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;archive&quot;'><meta content='noindex' name='robots'/></b:if>

Simpan template

5. Tag HeadingTag Heading di blog juga salah satu trik Seo cara pasangnya edit HTML Template cari kode di bawah ini

<b:if cond='data:post.title'>
<h3 class='post-title entry-title'>
<b:if cond='data:post.link'>
<a expr:href='data:post.link'><data:post.title/></a>
<b:else/>
<b:if cond='data:post.url'>
<a expr:href='data:post.url'><data:post.title/></a>
<b:else/>
<data:post.title/>
</b:if></b:if>
</h3>
</b:if>

Kamu bisa mengunakan kode h3 (heading 3) atau  h2 (heding 2). Namun SEO erekomendasikan menggunakan kode h1 (heading 1).
6. Terakhir itu  tambahkan kode di bawah ini sebelum kode  ]]></b:skin>

 h1.post-title, .post h1 #Blog1 h1, #Blog2 h1 { font-size:1.5em; }

Inilah salah satu trik yang saya lakuin sob di blog ini, masih banyak trik-trik lainnya, tungguin ya..  :-D


http://blog-rangga.blogspot.com